Senin, 30 April 2012

komunikasi efektif


KOMUNIKASI EFEKTIF

A.Pengertian Komunikasi
Komunikasi sebagai kata benda (noun), communnication, berarti:
  1. Pertukaran simbol, pesan-pesan yang sama dan informasi.
  2. Proses pertukaran antara individu melalui sistem simbol-simbol yang sama.
  3. Seni untuk mengekspresikan gagasan.
  4. Ilmu pengetahuan tentang pengiriman informasi (Stuart, 1983).
Pengertian komunikasi menurut beberapa pakar:
  1. William Albig: komunikasi adalah proses pengoperan lambang-lambang yang berarti antara individu. (Communication is the prosses of transmitting meoninfull symbols between individuals – buku public opinion).
  2. Wilbur Schram: dalam uraiannya “How Communication Work” mengatakan komunikasi berasal dari bahasa latin, yaitu kata communio atau common. Bilamana kita mengadakan komunikasi itu berarti membagikan informasi …. agar si penerima maupun si pengirim sepaham atas suatu pesan tertentu. (Communication comes from latin, communio = common when we communication are the sender tuned together for a particular message). Jadi esensi komunikan adalah menemukan dan memadukan si penerima dan si pengirim.
  3. Onong Uchyana Effendy: dalam bukunya komunikasi, teori dan praktik mengatakan, komunikasi hakekatnya adalah proses penyimpanan pikiran atau perasaan oleh komunikator kepada komunikan.
  4. Bennard Berelson dan Gary A. Steinner (1964:527) mendefinisikan komunikasi: Communication: the transmission of information, ideas, emotions, skills, etc. by the uses of symbol” (komunikasi adalah transmisi informasi, gagasan, emosi, keterampilan dan sebagainya. Tindakan atau proses transmisi itulah yang biasanya disebut komunikasi).
Dari beberapa pengertian di atas ada dua nilai:
  1. Informasi, berupa lambang, gambaran -> jadi stimulans.
  2. Persuasy, proses pemindahan, hendak mencapai satu sasaran sedangkan: pesan atau message adalah wujud dan proses pengoperannya.
Secara ontologis kebenaran yang hakiki, komunikasi adalah perhubungan atau proses pemindahan dan pengoperan arti, nilai, pesan melalui media atau
lambang-lambang apakah itu bahasa lisan, tulisan ataupun isyarat.
Secara aksiologis, komunikasi adalah proses pemindahan pesan dari komunikator kepada komunikan.Komunikator (stimulus), memberikan rangsangan kepada komunikan.Sikap, ide, pemahaman, suatu pesan dapat dimengerti baik komunikator dan komunikan.Secara epictomologis, komunikasi bertujuan merubah tingkah laku, merubah pola pikir, atau sikap orang lain. Untuk dapat membangun kebersamaan: mencapai ide yang sama demi satu tujuan yang sama.
B.Hukum komunikasi
“REACH”
*             Respect (sikap menghargai)
*             Empathy (kemampuan mendengar)
*             Audible (dpt didengarkan/dimengerti dengan baik)
*             Clarity (jelas)
*             Humble (rendah hati)
Lima Pondasi Membangun Komunikasi Efektif
v  Berusaha benar-benar mengerti orang lain(emphatetic communication)
v  Memenuhi komitmen / janji
v  Menjelaskan harapan
v  Meminta maaf dengan tulus ketika membuat kesalahan
v  Memperlihatkan integritas pribadi
C.Menurut Kumar (2000), komunikasi efektif antar pribadi mempunyai 5 ciri:
      Keterbukaan
      Empati
      Dukungan
      Rasa positif
      Kesetaraan
D.Ada berapa jenis komunikasi :
*      Komunikasi massa : penyampaian pesan dari seseorang kepada sekelompok orang,biasanya sebagian besar masyarakat.misalnya pidato kampanye atau khotbah.
*      Komunikasi intrapersonal : penyampaian pesan seseorang kepada dirinya sendiri. Misalnya berbicara dalam hati
*      Komunikasi interpersonal : penyampaian pesan dari seseorang kepada orang lain,bersifat dua arah,secara verbal dan non verbal. Misalnya antara bidan dengan klien. Termasuk di dalamnya komunikasi :
v  Antara dua orang adalah komunikasi dari seseorang ke orang lain,dua arah interaksiverbal dan non verbal yang menyangkut saling berbagi informasi dan perasaan.
v  Antara tiga orang atau lebih(komunikasi kelompok/grub kecil),menyangkut komunikasi dari orang ke beberapa orang lain(kelompok kecil). Masing-masing anggota menyadari keberadaan anggota lain,memiliki minat yang sama dan atau bekerja untuk satu tujuan.
Komunikasi efektif adalah komunikas yang mampu menghasilkan perubahan sikap(attitude change) pada orang yang terlibat dalam komunikasi. Tujuan komunikasi efektif adalah memberi kemudahan dalam memahami pesan yang disampaikan antara pemberi pesan dan penerima pesan sehingga bahasa lebih jelas,lengkap,pengiriman dan umpan balik seimbang,dan melatih penggunaan bahasa non verbal secara baik.
E. Bentuk komunikasi efektif
Komunikasi pada umumnya bersifat dua arah, verbal dan non verbal, ada saling berbagi informasi atau perasaan. Komunikasi efektif mencakup bentuk komunikasi verbal efektif dan non verbal efektif.
*             Komunikasi verbal efektif ,mempunyai karakteristik : jelas dan ringkas.
Perbendaharaan kata mudah dimengerti,mempunyai arti denotatif dan konotatif ,intonasi mampu memengaruhi isi pesan,kecepatan bicara yang memiliki tempo dan jeda yang tepat,serta ada unsur humor.
*      Jelas dan ringkas. Komunikasi berlangsung efektif,sederhana,pendek,dan langsung. Makin sedikit kata-kata yang digunakan,makin kecil kemungkinan terjadi keracunan. Kejelasan dapat dicapai dengan bicara secara lambat dan mengucapkannya secara jelas. Penggunaan contoh bisa membuat penjelasan lebih mudah dipahami. Ulang bagian yang penting dari pesan yang disampaikan. Penerimaan pesan perlu mengetahui apa,mengapa,bagaimana,kapan,siapa,dan dimana. Ringkas dengan menggunakan kata-kata yang mengekspresikan ide secara sederhana.
*      Perbendaharaan kata. Penggunaan kata-kata yang mudah dimengerti oleh klien. Komunikasi tidak akan berhasil jika pengirim pesan tidak mampu menerjemahkan kata dan ucapan. Banyak istilah teknis yang digunakan dalam kebidanan dan kedokteran,dan jika ini digunakan oleh bidan,klien akan menjadi bingung dan tidak mampu mengukuti petunjuk atau mempelajari informasi penting. Ucapkan pesan dengan istilah yang dimengerti oleh klien.
*      Arti denotatif dan konotatif. Dalam berkomunikasi dengan klien dan keluarganya,bidan harus mampu memilih kata-kata yang tidak banyak disalahtafsirkan,terutama sangat penting ketika menjelaskan tujuan terapi,dan kondisi klien. Arti denotatif memberikan pengertian yang sama terhadap kata yang digunakan,sedangkan arti konotatif merupakan pikiran,perasaan,atau ide yang terdapat dalam suatu kata. Kata “serius” dipahami oleh klien sebagai suatu kondisi mendekati kematian,tetapi bidan akan menggunakan kata “kritis” untuk menjelaskan kedaan yang mendekati kematian.
*      Intonasi .
Suara dapat mempengaruhi arti pesan. Nada suara pembicaraan mempunyai dmpak yang sangat besar terhadap arti pesan yang dikirimkan karena emosi seseorang dapat secaara langsung mempengaruhi nada suaranya. Bidan harus menyadari emosinya ketika seang berinteraksi dengan klien karena maksud untuk menyampaikan rasa tertarik  yang tulus terhadap klien akan dapat terhalang oleh intonasi suara bidan.
*      Kecepatan bicara.
Keberhasilan komunikasi verbal dipengaruhi oloh kecepatan bicara dan tempo bicara yang tepat. Selaan yang lama dapengalihan yang cepat pada pokok pembicaraan lain mungkin akan menimbulkan kesan bahwa bidan sedang menyembunyikan sesuatu terhadap klien. Bidan seharusnya tidak berbicara secara cepat sehingga kata-kata tidak jelas. Selaan perlu digunakan untuk menekankan terhadap hal tertentu, memberi waktu pada pendegar untuk mendengarkan dan memahami arti kata. Selaan yang tepat dapat dilakukan dengan memikirkan  apa yang akan dikatakan sebelum mengucapkannya, menyimak isyarat non verbal dari pendengar yang mungkin menunjukkan ketidakmengertian. Bidan juga bis menanyakan kepada pendengar apakah ia berbicara terlalu lambat atau cepat dan perlu untuk diulang.
*      Humor.
Humor meningkatkan keberhasilan bidan dalam memberikan dukungan emosional terhadap klien. Dugaan (1988) menyatakan bahwa tertawa membantu mengurangi ketegangan rasa sakit yang disebabkan oleh stress  sehingga meningkatkan keberhasilan bidan dalam memberikan dukungan terhadap klien. Sullivan dan Deane (1988) melaporkan bahwa humor merangsang produksi katekolamin dn hormone yang menimbulkan rasa sakit, mengurangi anxietas, memfasilitasi relaksasi pernafasan,dan meningkatkan metabolisme. Namun perlu hati-hati, jangan menggunakan humor untuk menutupi rasa takut dan tidak enak atau menutupi ketidakmampuannya untuk berkomunikasi dengan klien.
*             Komunikasi non verbal
*      Penampilan fisik.
Penampilan fisik bidan mempengaruhi persepsi klien terhadap pelayanan kebidanan yang diterima. Penampilan merupakan salah satu hal yang diperhatikan selama komunikasi interpersonal. Kesan pertama timbul 20 detik sampai empat menit pertama. Delapan puluh empat persen dari kesan terhadap seseorang berdasarkan penampilannya. Bentuk fisik, cara berpakaian dan berhias menunjukkan kepribadian, status sosial, pekerjaan, agama, budaya, dan konsep diri. Bidan yang memperhatikan penampilan dirinya dapat menimbilkan citra diri dan profeional yang positif. 
*      Sikap tubuh dan cara berjalan.
Sikap tubuh dan jalan berjalan mencererminkan konsep diri, alam perasaan (mood), dan kesehatan. Bidan dapat menyimpulkan informasi  yang bermanfaat dengan mengamati sikap tubuh dan langkah klien. Langkah dapat dipengaruhi oleh factor fisik seperti rasa sakit, obat dan fraktur.

*      Ekspresi wajah.
Wajah merupakan bagian tubuh yang paling ekspresif. Hasil penelitian menunjukan enam keadaan emosi utama yang tampak melalui ekspresi wajah, yaitu terkejut, takut, marah, jijik, bahagia, dan sedih. Ekspresi wajah sering digunakan sebagai dasar penting dalam menentukan pendapat interpersonal. Kontak mata juga sangat  dalam komunikasi interpersonal. Orang yang mempertahankan kontak mata selama pembicaraan selama dipersepsikan sebagai orang yang dapat dipercaya dan memungkinkan untuk menjadi pengamat yang baik. Bidang sebaiknya tidak memandng ke bawah ketika sedang berbicara dengan klien. Oleh karena itu ketika berbicara, sebaiknya duduk sehingga tidak tampak dominan ketika kontak mata dengan klien dilakukan dengan sejajar.
*      Sentuhan.
Kasih  saying, dukungan emosional, dan perhatian diberikan melalui sentuhan. Sentuhan merupakan bagian paling penting dalam hubugnan bidan-klien, namun harus memperhatikan norma sosial. Ketika member asuhan kebidanan, bidan menyentuh klien seperti memandikan, melakukan pemeriksaan fisik, atau mem bantu berpakaian. Perlu disadari bahwa keadaan sakit membuat klien tergantung pada bidan untuk melakukan kontak interpersonal sehingga sulit untuk menghindari sentuhan. Bredley dan Edinburg (1982) serta Wilson dan Kneisl (1992) menyatakan bahwa perlu diperhatikan apakah penggunaan sentuhan dapan dimengerti dan dierima oleh klien harus dilakukan dengan kepekaan dan hati-hati.
Dalam bidang kesehatan,terhadap hubungan antara komunikasi interpersonal yang efektif dengan peningkatan kesehatan. Bagaimana cara bidan melakukan komunikasi berpengaruh pada hasil seperti kepuasan atau kedatangan kembali klien,klien akan mematuhi aturan pemakaian/pengobatan dan hal ini akn meningkatkan kesehatannya.
F.Proses komunikasi efektif
Dalam komunikasi, setidaknya harus ada komunikator, pesan, saluran komunikasi, metode komunikasisi, bentuk komunikasi, dan teknik komunikasi, usecara keseluruhan akan membentuk jaringan komunikasi.
Ø  Komunikator adalah orang yang mau berkomunikasi dengan orang lain, disebut juga pembawaan berita/pengirim berita/sumber berita.
Ø  Pesan adalah berita yang disampaikan oleh komunikator melalui lambing dan gerak.
Ø  Saluran komunikasi adalah sarana untuk menangkap lambing yang kemudian diterjemahkan dalam bentuk persepsi yang member makna terhadap suatu stimulus atau rangsangan.
Ø  Komunikan adalah pihak lain yang diajak berkomunikasi, yang merupakan sarana dalam kegiatan komunikasi atau orang yang menerima berita atau lambing.
Ø  Umpan balik adalah hasil atau akibat yang berbalik guna bagi rangsangan atau dorongan untuk bertindak lebih lanjut atau merupakn tanggapan langsung dari pengamatan sebagai hasil dari kelakuan individu terhadap individu lain.
Dalam membina hubungan dengan terapeutik (berinteraksi), bidan melewati empat tahap dan pada setiap tahapnya  mempunyai tugas yang harus diselesaikan oleh bidan. Interaksi dengan klien dilakukan secara bertahap, yaitu prainteraksi, perkenalan, orientasi, kerja dan terminasi.
*      Prainteraksi, merupakan masa persiapan sebelum berhubungan danberkomunikasi dengan klien. Seorang bidan harus membuat rencana interaksi dengan klien seperti:
Ø  Evaluasi dari, termasuk didalamnya kesiapan pengetahuan, sikap dan mental.
Ø  Penetapan terhadap hubungan/interksi, apakah ini pertemuan pertama atau ulang, tujuan prtemuan, tindakan yang akan dilakukan.
Ø  Rencana interaksi, percakapan apa yang akan dilakukan, teknik apa yang akan digunakan, langkah tindakan yang akan dikerjakan.
*      Perkenalan, merupakan kegiatan yang anda lakukan saat pertama kali bertemu atau kontak dengan klien. Hal-hal yang perlu dilakukan adalah:
Ø  Member salam
Ø  Memperkenalkan diri
Ø  Menanyakan nama klien
Ø  Menyepakati pertemuan (kontrak)
Ø  Melengkapi kontrak
Ø  Menyepakati masalah klien
Ø  Mengakhiri perkenala
*      Orientasi. Dilaksanakan pada awal setiap pertemuan kedua dan seterusnya. Tujuan fase orientasi ini adalah memvalidasi keakuratan data, rencana yang telah dibuat dengan keadaan  klien saat ini, dan mengevaluasi hasil tindakan yang lalu.
Umumnya dikaitkan engan hal yang dilakuka bersama klien.
Ø  Member salam
Ø  Memvalidasi keadaan klien
Ø  Mengingatkan kontrak
*      Fase kerja, merupakan inti hubungan bidang klien yang terikat erat dengan pelaksanaan rencana kebidanan yang dilaksanakan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.
*      Fase terminasi,merupakan akhir setiap pertemuan bidan dengan klien. Terminasi dibagi menjadi dua, yaitu terminasi sementara adalah akhir dari tiap pertemuan bidan dengan klien dan terminasi akhir terjadi bila klien akan pulang dari rumah sakit/klinik.
Model komunikasi interpersonal memfokuskan kepada diri individu masing-masing dan pesan-pesan yang saling dipertukarkan. Tidak ada satupun dari unsure yang ada berdiri sendiri. Arti kata-kata yang diucapkan bisa luas interpretasinya atau artinya. Perubahan interpretasi terjadi karena pengaruh karakteristik dan tujuan dari masing-masing individu, konteks budaya, penempatan pernyataan dalam pertukaran tingkahlaku verbal dan non verbal serta sejarah antar individu yang terlibat.
G.Unsur-unsur dalam membangun KIP/K
       Konseling merupakan suatu bentuk komunikasi interpersonal yang khusus, yaitu : suatu proses pemberian bantuan yang dilakukan kepada orang lain dalam membuat suatu keputusan atau memecahkan suatu masalah melalui pemahaman tarhadap klien meliputi tentang fakta-fakta,harapan, kebutuhan dan perasaan-perasaan klien. Konseling merupakan suatu bentuk percakapan wawancara. Suatu wawancara belum tentu merupakan suatu konseling, tetapi suatu konseling selalu merupakan komunikasi interpersonal. Konseling bukan merupakan suatu percakapan yang santai atau percakapan sehari-hari antara satu orang dengan orang lain.
      



H.Kiat sukses berkomunikasi
      Kenali dengan baik lawan bicara
      Jangan terlalu banyak bicara dan
    kurang mendengar
      Jangan merasa dan memperlihatkan
    bahwa kita lebih tahu daripada lawan
    kita bicara
      Kenali betul2 diri sendiri dan kemampuan diri sendiri

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar